Per3

Sejarah Singkat Perpustakaan IPB

Pada awal pembentukannya,  keberadaan perpustakaan IPB berada di bawah koordinasi Pembantu Rektor II Bidang Administrasi, baru kemudian pada 12 Maret  1965 dialihkan di bawah koordinasi Pembantu Rektor I, dan pada pada tanggal 13 Agustus 1965 dikukuhkan menjadi Biro Perpustakaan.

Pimpinan Perpustakaan IPB selanjutnya adalah drh. R. Achmad Mukhlis, M.Sc (1968 – 1979); Drs.  Fahidin, B.Sc (1979 – 1990); Drs, Jan Pieter Saragih (1990 – 1991); Prof. Dr. Ir. Eriyatno, MSAE (1991 – 1993); Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. (1993 – 2003);  Prof. Dr. Ir.  Kudang B Seminar, M.Sc. (2003 – 2007); Ir. Toha Nursalam, S.IP., M.Si. (2007 – 2009); Ir Sumarlinah, M.Si. (2009 – 2017); dan Prof.Dr.Ir. Pudji Muljono, M.Si. (2017 -sekarang).

Penguasaan dan keterampilan terhadap teknologi informasi dan komunikasi mulai berkembang saat kepemimpinan Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc.  Saat itu perpustakaan dapat mengintegrasikan layanan mulai dari pengadaan, pengolahan,  OPAC serta sirkulasi dengan menggunakan ISISCIR yang kemudian disempurnakan menjadi SIPISIS.  Perpustakaan IPB seringkali dijadikan ‘trend setter’ di bidang otomasi perpustakaan.

Visi Perpustakaan Institut Pertanian Bogor adalah sebagai unit pengelola informasi berbasis teknologi informasi yang mendukung riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian, kelautan dan biosains tropika.  Adapun misinya adalah: (1) Menjadi pusat informasi terdepan dalam rangka menyiapkan insan terdidik yang unggul,  profesional dan berkarakter kewirausahaan di bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika bagi civitas akademika IPB dan masyarakat umum; (2) Menyediakan dan memperluas akses informasi secara global dalam rangka mendukung proses transformasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan riset kelas dunia; (3) Meningkatkan minat baca yang beretika dan komprehensif.